Entah mesti bagaymana menghadapi adik-adik saya yang manis dan kelewat manja. Tapi jujur saja, ngajar dengan praktikum memang lebih enak dibanding teori. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya. Sampai saya lumayan pusing dibuatnya. Ribut. Nggak ada perhatian. Parahnya lagi, saya tidak sampai hati untuk memberikan teguran keras. Pernah dicoba, sih. Lumayanlah. Ada perubahan dikit. Diiikiiiit aja. Akhinya saya diamkan saja. Kadang muncul juga rasa bersalah. Ngajar ala kadarnya. Tapi yah. itulah.
Inilah resiko mengajar Linux dan Server di SMK yang siswanya nggak familiar dengan Linux. Suatu ketika saya coba tanyakan sama
RSW tentang tips & trik buat ngajar server. Dan lihat saja
jawabannya. Hwahahahahaha. Akhirnya. Saya pikir hanya saya yang berpikir begitu. Ternyata oh ternyata. Kesimpulannya adalah bahwa belajar membangun server dengan Linux itu memang tidak bisa digolongkan sebagay materi mudah. Perlu kesabaran extra keras untuk mempelajarinya. Apalagi buat yang ngajar. Apalagi kalaw siswanya tidak terbiasa dengan Linux. Jadi yang saya lakukan sekarang adalah "meringankan" materi buat siswa-siswa saya. Tetapi kalau ada yang mau sharing dengan materi "serius" tentang jaringan komputer, let's bring it on . . . .