Tiga hari belakangan ini saya ngawas ujian semester di sebuah sekolah. Ujiannya sih sama saja dengan ujian lainnya. Peserta masuk ruangan. Duduk. Tunjukkan kartu ujian. Saya bagi lembar jawaban. Lalu bagikan soal. Periksa absensi. Lalu duduk manis di kursi pengawas. Tetapi . . . . .
Tetapi kemudian setelah ujian berlangsung sekitar 18 menit, mulailah peserta menampakkan perilaku yang tidak biasa. Ada yang intip soal milik temannya. Ada yang mutar kepala ke kiri dan kanan. Ada pula yang colek-colek teman. Bahkan ada yang meremas lembaran soal. (Kalau yang ini sih, gua banget. Bedanya, waktu saya sekolah saya tidak meremas soal, tapi mencabiknya).
Benar, perilaku mencontek dalam ujian bukanlah hal baru. Mungkin banyak siswa yang menganggapnya biasa saja. Tapi sadarkah anda (para siswa yang mencontek), ketika anda mencontek anda sedang merusak diri anda secara perlahan. Mengapa anda tidak percaya pada diri anda. Anda lebih percaya pada teman anda sementara dia pun ragu dengan dirinya sendiri. Saya sangat yakin anda punya kemampuan. Saya sudah melihat buktinya pada beberapa orang kawan kalian.Anda hanya tidak yakin dengan diri anda. Sampai kapan anda akan meragukan diri anda? Jika anda sendiri meragukan diri anda, artinya orang lain pun tidak punya alasan untuk tidak meragukan anda.
No comments:
Post a Comment