Pembagian IP address dalam membangun jaringan komputer adalah hal yang sangat penting karena akan berpengaruh besar pada laju lalu lintas data dalam jaringan tersebut. Dalam beberapa kasus, kesalahan dalam manajemen IP address dapat menjadi celah keamanan bagi sebuah jaringan. Untuk itu, kita perlu memahami teori tentang IP address sebelum melangkah pada praktek membangun jaringan. Pada kesempatan ini, kita akan membahas tentang IPv4. Selanjutnya, pada pembahasan ini istilah IP address menunjuk pada IPv4.
IP address memiliki bentuk seperti berikut ini.
192.168.120.180
Terlihat bahwa IP address ini terdiri dari 4 bilangan desimal yang dipisahkan dengan titik. Setiap bilangan ini disebut oktet/segmen. Bilangan yang digunakan adalah 0 sampai 255. Angka desimal 255 mewakili digit biner 11111111. Inilah sebabnya nilai desimal suatu oktet maksimum adalah 255.
Namun perlu diingat bahwa pada komputer, IP address diubah ke dalam bentuk bilangan biner. Misalnya kita memberi IP address 192.168.20.1 pada sebuah komputer, oleh komputer tersebut alamat IP yang kita berikan akan diubah menjadi 11000000.10101000.00010100.00000001 untuk selanjutnya digunakan sesuai perintah-perintah yang telah diberikan. Jadi, IP address yang dikenali oleh komputer terdiri atas 32 digit bilangan biner yang terbagi ke dalam 4 bagian dimana masing-masing bagian terdiri dari 8 digit dan tiap 1 bagian/1 oktet dipisahkan dengan tanda titik.
B. Bilangan Desimal dan Biner
B. Bilangan Desimal dan Biner
Berikut ini tabel untuk mempermudah anda melakukan konversi dari biner ke desimal.
Biner
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
Desimal
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
Setiap angka biner 1 memiliki nilai berbeda tergantung pada posisinya dalam oktet yang ditempatinya. Sedangkan angka 0 memiliki nilai desimal 0 dimana pun posisinya. Berikut adalah contoh penggunaannya.
Kita akan mengubah angka biner 11000000 ke bentuk desimal.
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
128
|
64
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
Caranya adalah jumlahkan angka desimal dibawah angka biner yang bernilai 1. Hasilnya adalah 192. Maka bentuk desimal dari 11000000 adalah 192.
Adapun cara mengubah bilangan desimal ke bentuk biner adalah dengan membagi bilangan desimal tersebut dengan angka 2 secara rekursif dan mengambil sisa pembagiannya.
Misalnya kita akan mengubah bilangan desimal 192 ke bentuk biner. Caranya adalah
192 : 2 = 96 sisa 0
96 : 2 = 48 sisa 0
48 : 2 = 24 sisa 0
24 : 2 = 12 sisa 0
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
1 : 2 = 0 sisa 1
Bilangan biner dari 192 adalah sisa pembagiannya diurut dari bawah. Maka hasilnya adalah 11000000.
Selain dengan pembagian rekursif, kita juga dapat menggunakan tabel diatas dengan operasi pengurangan.
Mudah, bukan? Nikmatilah. Apa pun yang dilakukan dengan keikhlasan, Insya Allah akan menjadi mudah dan ringan.
C. Pembagian kelas IP address
C. Pembagian kelas IP address
Dalam jaringan komputer global penggunaan IP address harus diseragamkan agar tidak terjadi perbedaan yang bisa berakibat tidak berfungsinya jaringan secara keseluruhan. Penggunaan IP adddress diatur oleh Internet Assigned Number Authority (IANA) atau lembaga yang didelegasikannya.
IANA membuat pembagian kelas untuk IP address yaitu kelas A, B, C, D, dan E dengan ketentuan sebagai berikut:
- oktet pertama untuk IP address kelas A dimulai dari 0
- oktet pertama untuk IP address kelas B dimulai dari 10
- oktet pertama untuk IP address kelas C dimulai dari 110
- oktet pertama untuk IP address kelas D dimulai dari 1110
- oktet pertama untuk IP address kelas E dimulai dari 1111
Dari ketentuan di atas dapat disimpulkan bahwa IP address untuk tiap kelas ditentukan sebagai berikut:
KELAS
|
OKTET PERTAMA
| |
BINER
|
DESIMAL
| |
A
|
00000001-01111110
|
1-126
|
B
|
10000000-10111111
|
128-191
|
C
|
11000000-11011111
|
192-223
|
D
|
11100000-11101111
|
224-239
|
E
|
11110000-11110111
|
240-247
|
IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicast dan IP kelas E digunakan untuk eksperimen. Sedangkan IP address kelas A, B, dan C digunakan secara umum dalam jaringan komputer secara global. Di samping ketentuan di atas, masih ada ketentuan lain yang perlu diketahui, yaitu:
- Angka 127 pada oktat pertama digunakan untuk loopback interface.
Loopback interface adalah alamat yang digunakan komputer untuk menunjuk pada dirinya sendiri. Alamat loopback biasa digunakan untuk mengetahui apakah protokol TCP/IP telah terinstal pada komputer anda atau belum. Pernahkah anda memberi perintah ping localhost? Itu adalah penggunaan loopback interface. Apabila protokol TCP/IP telah terinstal, perintah ping localhost akan mendapatkan reply from 127.0.0.1 atau IP lain dengan diawali 127 walaupun pada komputer anda tidak terdapat NIC.
- Network ID tidak boleh semuanya terdiri dari angka 0 atau 1
- Host ID tidak boleh semuanya terdiri dari angka 0 atau 1
Agar peralatan dapat mengenali kelas suatu IP address, maka setiap IP address harus memiliki subnet mask. Angka desimal 255 atau binari 11111111 suatu subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP address adalah untuk network ID. Sedangkan angka desimal 0 atau binari 00000000 menandakan bahwa oktet bersangkutan dari IP address adalah host ID.
Adapun subnet mask default untuk masing-masing kelas ditentukan sebagai berikut;
- Subnet mask untuk kelas A adalah 255.0.0.0
- Subnet mask untuk kelas B adalah 255.255.0.0
- Subnet mask untuk kelas C adalah 255.255.255.0
Contoh penulisan IP address secara lengkap adalah sebagai berikut;
- 11.23.0.1/255.0.0.0 (kelas A)
- 130.234.9.5/255.255.0.0 (kelas B)
- 193.90.68.45/255.255.255.0 (kelas C)
Dengan melihat oktet pertama dan default subnet mask yang digunakan, kita dapat menentukan kelas suatu IP address. Jika anda pernah mengeset IP address pada windows xp, setelah anda mengisikan IP address pada kolom yang disediakan lalu anda menekan tombol TAB, maka kolom subnet mask akan terisi secara otomatis sesuai dengan kelas IP yang anda gunakan sesuai ketentuan penggunaan subnet mask default di atas.
D. IP publik dan IP privat
D. IP publik dan IP privat
Dari seluruh kelas IP address yang disebutkan tadi, ada pembagian lagi yaitu IP publik dan IP privat. IP publik adalah IP address yang dikenali di seluruh dunia. Anda dapat mengakses sebuah komputer yang memiliki IP publik dari mana pun di seluruh dunia, tentu saja selama anda dapat mengakses internet. Sedangkan IP privat adalah IP address yang tidak dikenal di internet dan dapat digunakan tanpa harus mendaftar ke IANA. IP privat biasanya digunakan dalam jaringan lokal (LAN).
| Kelas | Kelompok privat IP address |
| A | 10.0.0.1 – 10.255.255.254 |
| B | 172.16.0.1 – 172.31.255.254 |
| C | 192.168.0.1 – 192.168.255.254 |
Demikianlah sedikit pengantar tentang IP address. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Segala macam kritik, saran, atau pun celaan dari anda akan saya terima dengan ikhlas. Begitu pula jika anda ingin berbagi dengan saya untuk membahas lebih lanjut tentang IP address, jaringan komputer, atau apa saja tentang komputer.
No comments:
Post a Comment