Network Operating System
Sistem operasi adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengatur aktivitas perangkat keras dan perangkat lunak pada suatu komputer. Dengan berkembangnya teknologi jaringan maka dibutuhkan perangkat lunak sebagai tambahan dari sistem operasi yang ada untuk mengatur interaksi antara komputer dengan jaringan. Perangkat lunak tambahan ini disebut network operating system (NOS).
Pada bagian ini akan dijelaskan :
- Fungsi dari network operating system
- Komponen-komponen perangkat lunak yang dibutuhkan pada server dan client
- Spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan network operating system.
Overview Network Operating System
Sampai saat ini network operating system yang digunakan pada PC harus ditambahkan ke sistem operasi yang digunakan. Dengan penambahan ini, pada PC yang terhubung ke jaringan terdapat dua buah sistem operasi : network operating system dan sistem operasi stand-alone (seperti Windows 95).
Kedua sistem operasi tersebut harus diinstall pada komputer yang sama untuk menjalankan tugas-tugas yang berkaitan, baik sebagai komputer stand-alone atau komputer yang terhubung ke jaringan.
Pada network operating system yang baru seperti Windows NT Server, Windows NT Workstation, atau Windows 95, sistem operasi stand-alone dan network operating system telah diintegrasikan menjadi satu sistem operasi yang mampu bertugas menjalankan tugas baik sebagai komputer stand-alone maupun komputer yang terhubung ke jaringan.
Network operating system berfungsi untuk :
- Menggabungkan semua komputer dan periferal yang digunakan pada jaringan
- Koordinasi fungsi-fungsi semua komputer dan periferal pada jaringan
- Menjamin integritas data dan keamanan untuk akses ke data dan periferal di jaringan
Koordinasi Hardware dan Software
Salah satu tugas dari sistem operasi adalah alokasi resource hardware seperti :
- Memori
- CPU
- Disk space
- Periferal
Sistem operasi bertugas melakukan koordinasi pada interaksi yang terjadi antara komputer dan program aplikasi. Aplikasi yang dibuat oleh produsen software pasti ditujukan spesifikasi pada satu atau beberapa system operasi tertentu, sehingga selalu dapat dilakukan koordinasi antara aplikasi dengan perangkat keras pada komputer.
Multitasking
Salah satu kriteria dalam pemilihan network operating system adalah kemampuan multitasking. Multitasking adalah kemampuan komputer untuk dapat melakukan lebih dari satu pekerjaan/proses pada satu saat. Karena aktivitas jaringan terdiri dari berbagai tugas/proses yang cukup banyak dan kompleks, maka network operating system yang memiliki kemampuan multitasking akan mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara lebih baik dan cepat.
Komponen Perangkat Lunak Client dan Server
Komponen perangkat lunak jaringan dibagi menjadi dua :
- Perangkat lunak yang diinstall di client
- Perangkat lunak yang diinstall di server
Perangkat lunak yang diinstall di client
Pada komputer stand-alone, apabila user mengetikkan perintah agar komputer melakukan suatu pekerjaan tertentu, maka perintah disalurkan melalui jalur data komputer ke prosesor. Tetapi apabila komputer terhubung ke jaringan, saat user mengetikkan perintah untuk mengakses resource yang terdapat di jaringan, maka perintah tersebut akan dikirim melalui jaringan ke tujuannya tanpa diolah oleh prosesor pada komputer tersebut.
Perangkat lunak yang diinstall di server
Perangkat lunak ini memungkinkan user dari komputer lain mengakses data-data dan resource pada server termasuk printer, plotter, dan hard disk. Kemampuan ini disebut resource sharing. Beberapa network operating system memungkinkan untuk membuat beberapa level akses bagi user ke resource untuk meningkatkan tingkat keamanan data yang disimpan di server.
Sebagai contoh, apabila seorang manajer hendak meletakkan file di server agar semua user dapat membaca file tersebut, maka ia dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :
- Beberapa user dapat membaca file tersebut
- Beberapa user dapat membaca dan memodifikasi file tersebut.
Selain resource sharing, network operating system juga memungkinkan manajemen dan administrasi user secara terpusat. Manajemen user digunakan untuk mengatur user-user yang dapat mengakses jaringan beserta hak-hak yang dimiliki ketika mengakses jaringan.
Feature terakhir yang dimiliki oleh network operating system adalah perangkat untuk manajemen jaringan. Dengan perangkat ini, kita melakukan monitoring periferal jaringan yang sangat bermanfaat untuk mencari sumber masalah dan melihat unjuk kerja kerja jaringan.
Kebutuhan Hardware Komputer
Agar dapat bekerja dengan baik, network operating system membutuhkan komputer dengan spesifikasi tertentu. Sebagai contoh, Windows NT Server 4.0 membutuhkan perangkat keras dengan spesifikasi sebagai berikut :
Kategori Keterangan
Prosesor Intel 80486/33 atau lebih tinggi
Layar VGA
Hard disk space Space kosong minimum 125 MB
Pada partisi yang berisi Windows NT
RAM Minimum 16 MB
Periferal Satu atau lebih network adapter
card dan periferal lain (optional) yang
tercantum pada Hardware
Compatibility List (HCL)
Network Printing
Bagian ini akan memberikan overview bagaimana data dicetak secara remote pada jaringan komputer. Beberapa hal yang akan dibahas antara lain :
- Proses network printing
- Sharing printer
- Manajemen printer
Proses Network Printing
Saat user hendak mencetak data menggunakan shared printer di jaringan, maka mereka harus mengirimkan data ke print server. Print server kemudian mengirimkan data ke shared printer.
Pada jaringan yang cukup sibuk, pada satu saat dapat saja beberapa dokumen harus dicetak. Untuk melayani permintaan pencetakan dokumen tersebut maka dibuat spool (Simultaneous Peripheral Operation On Line). Spooler adalah memori pada printer yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dokumen sementara sampai dokumen tersebut siap dicetak. Apabila banyak sekali dokumen yang hendak dicetak sehingga tidak dapat ditampung di spooler maka dokumen disimpan terlebih dahulu di komputer sampai terdapat ruang pada spooler.
Apabila kita menghubungkan printer ke print server saja, belum dapat menggunakan printer tersebut. Kita memberi identifikasi pada printer tersebut agar user dapat melihat printer dari komputer masing-masing. Dengan kata lain, network operating system harus menyediakan cara agar komputer di jaringan dapat mengetahui keberadaan dan ketersediaan printer tersebut.
Manajemen Network Printer
Setelah satu printer di-share, perlu diperhatikan manajemen dan pemeliharaan printer. Manajemen printer terdiri dari dua tugas :
Pemeliharaan printer
Beberapa pekerjaan yang termasuk pada pemeliharaan printer seperti penyediaan kertas dan toner/tinta dan memonitor keadaan printer cukup mudah sehingga dapat dilakukan oleh semua orang dengan syarat kita harus menyediakan satu petunjuk perawatan dan penggunaan printer yang dapat dibaca dan dimengerti oleh semua orang. Walaupun demikian, tetap perlu dipilih seseorang yang bertanggung jawab pada printer tersebut karena pada umumnya user memiliki kebiasaan saling melempar tanggung jawab apabila terjadi masalah pada printer tersebut.
Manajemen User
Printer dapat dianggap sama dengan resource yang dapat di-share lainnya sehingga user dapat diberi tingkat-tingkat permission sesuai dengan kebutuhan. Pemberian permission dapat dilakukan oleh network administrator jaringan bersangkutan.
Saat ini, beberapa network operating system memungkinkan tugas-tugas diatas dilakukan secara remote. Feature ini cukup penting untuk jaringan yang cukup luas dengan jumlah printer yang cukup banyak.
Client/Server Environment
Bagian ini akan menjelaskan konsep dan komponen yang dibutuhkan untuk membuat jaringan client/server. Beberapa hal yang dibahas pada bagian ini antara lain :
- Menjelaskan perbedaan antara client/server dengan centralized computing
- Menjelaskan model dan arsitektur jaringan client/server
- Mengetahui fungsi client dan server pada jaringan client/server.
Overview Client/Server dan Centralized Computing
Salah satu alasan mengapa jaringan client/server sangat popular adalah karena adanya kemajuan teknologi sehingga memungkinkan penggunaan komputer/PC sebagai client yang di masa lalu client hanya dapat menggunakan dumb terminal.
Centralized Computing
Pada masa lalu, aplikasi-aplikasi utama seperti database dijalankan pada komputer mainframe yang dapat diakses menggunakan dumb terminal. Dumb terminal mengirimkan permintaan data mainframe, mainframe mengolah permintaan tersebut dan menampilkan hasilnya ke terminal.
Pada centralized computing, apabila client mengirim permintaan data ke database, maka mainframe akan mengirimkan semua data melalui jaringan ke terminal. Apabila database berukuran cukup besar, proses pengiriman ini membutuhkan waktu dan resource jaringan cukup besar.
Client/Server Computing
Sesuai dengan namanya, pada arsitektur jaringan ini terdapat pembagian kerja pengolahan data antara client dan server. Jaringan ini sangat cocok untuk menyediakan :
- Akses dan manajemen database untuk aplikasi seperti :
- Spreadsheet (Excel)
- Akuntansi
- Komunikasi
- Manajemen dokumen
- Manajemen jaringan
- Penyimpanan data tersentral
Model Client/Server
Saat ini, sebagian besar jaringan menggunakan model client/server. Secara singkat, jaringan client/server adalah jaringan di mana komputer client bertugas melakukan permintaan data dan server bertugas melayani permintaan tersebut. Biasanya, walaupun pada jaringan peer-to-peer, setiap komputer dapat menjadi client dan server.
Pada model client/server, software pada client menggunakan Standard Query Language (SQL) untuk merepresentasikan permintaan user ke dalam format yang dapat dimengerti oleh database. SQL adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh IBM untuk manipulasi data pada database.
Jaringan client/server terdiri atas dua komponen :
- Aplikasi, yang biasa disebut sebagai client atau front end
- Server database, yang biasa dikenal sebagai server atau back end
Client
User akan membuat permintaan melalui software client atau aplikasi front end yang berfungsi:
- Memberikan interface bagi user untuk memasukkan data
- Format request data ke bentuk yang dapat dimengerti oleh database
- Menampilkan data yang diminta pada layar
Pada jaringan client/server, server sendiri tidak menyediakan interface bagi user baik untuk request data maupun untuk menampilkan data.
Komputer client menerima instruksi dari user melalui interface yang disediakan, merubah format instruksi ke bentuk yang dapat dimengerti oleh database server, dan mengirimkannya melalui jaringan ke server yang dituju. Server kemudian akan mengolah request, memilih informasi yang sesuai, dan mengirimkan kembali data hasil pengolahan ke client. Client kemudian mengolah data yang diterima untuk ditampilkan sebagai informasi yang berguna melalui interface yang tersedia.
Server
Pada jaringan client/server, server khusus digunakan untuk penyimpanan dan manajemen data. Server juga disebut sebagai bagian back end pada aktivitas database karena server bertugas memenuhi semua request dari client. Server menerima request dari client, mengolahnya, dan mengirimkannya kembali hasilnya ke client.
Untuk itu, server membutuhkan komputer khusus dengan spesifikasi hardware yang jauh lebih baik dibandingkan hardware untuk client karena komputer harus mampu melayani :
- Request secara simultan dalam jumlah besar
- Aktivitas manajemen jaringan
- Menjamin keamanan pada resource jaringan
Arsitektur Client/Server
Terdapat beberapa kemungkinan topologi untuk implementasi jaringan berarsitektur client/server.
Keuntungan client/server
Teknologi client/server memberikan banyak manfaat bagi organisasi yang menggunakannya. Jaringan client/server yang direncanakan dengan baik dapat menjadi sarana komputasi dan pengolahan data yang cukup murah, pada ukuran transaksi data tertentu, dengan kemampuan yang dapat dibandingkan dengan teknologi centralized computing yang menggunakan mainframe.
Sebagian besar pekerjaan yang membutuhkan waktu komputasi dijalankan pada server dengan resource hardware yang lebih baik. Lalu lintas jaringan juga akan berkurang karena data yang melewati jaringan hanya request dan hasil dari request tersebut.
Keuntungan lainnya, dibutuhkan investasi yang lebih kecil untuk pengadaan komputer client karena spesifikasi yang dibutuhkan cukup rendah karena semua proses komputasi dan penyimpanan data dilakukan di server.
Keuntungan terakhir, integritas dan keamanan data lebih terjamin karena data tersimpan pada satu lokasi tersentral. Operasi backup untuk menjaga integritas data juga lebih mudah dilakukan karena data terletak pada tempat-tempat tertentu.
Administrasi dan Manajemen Jaringan
Beberapa hal yang akan dibahas pada bagian ini antara lain :
- Aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan manajemen jaringan
- Manajemen user, termasuk cara-cara memberi user akses ke jaringan, pembuatan user dan group account
- Monitoring unjuk kerja resource jaringan
Overview Manajemen Jaringan
Manajemen jaringan adalah salah satu hal yang harus dilakukan segera setelah jaringan selesai dipasang karena tidak mungkin suatu jaringan dapat berjalan dengan sendirinya tanpa adanya manajemen user dan resource jaringan.
Manajemen jaringan dapat dibagi menjadi lima area :
- Administrasi user – pembuatan dan pemeliharaan user account dan pemberian hak akses ke resource di jaringan.
- Manajemen resource – Manajemen resource dan periferal jaringan
- Manajemen konfigurasi – Pembuatan konfigurasi awal, konfigurasi ekspansi dan pembuatan dokumentasi yang berhubungan dengan semua konfigurasi yang dibuat.
- Manajemen kinerja jaringan – Monitoring aktivitas jaringan untuk memperbaiki kinerja jaringan
- Pemeliharaan – Pencegahan, deteksi, dan perbaikan masalah-masalah jaringan.
Dari kelima area di atas, tugas network administrator antara lain :
- Pembuatan dan manajemen user account
- Menjaga keamanan jaringan
- Training
- Upgrade software
- Monitoring unjuk kerja server
- Backup
- Penambahan komputer ke jaringan
Manajemen User
Setiap orang hendak bekerja di jaringan membutuhkan user account. Account terdiri dari user name dan parameter-parameter lain yang dibutuhkan agar user dapat mengakses jaringan. Informasi ini dibuat oleh network administrator dan disimpan pada network operating system yang digunakan. Jaringan akan menggunakan user name untuk melakukan verifikasi apabila seorang user akan logon ke jaringan.
Biasanya, user account terdiri dari parameter-parameter sebagai berikut :
- User name dan password
- Hak bagi user untuk mengakses resource-resource di jaringan
- Group account
Salah satu yang perlu diperhatikan pada penambahan user adalah password. Password adalah salah satu-satunya jalan untuk mencegah user yang tidak berwenang mengakses jaringan. User harus membuat satu password yang unik dan menyimpannya di tempat yang aman. User juga harus dibiasakan merubah password secara periodik.
Network administrator akan lebih mudah mengatur user apabila user dapat dikelompokkan menjadi satu group, baik pada level organisasi maupun sesuai dengan hak akses yang diberikan. Oleh karena itu pada network operating system disediakan group account untuk mengelompokkan user dengan satu hak tertentu pada satu group tersendiri. Group account harus dirancang sejak awal karena feature ini sangat memudahkan manajemen user.
Manajemen Resource Jaringan
Setelah jaringan selesai dipasang, network administrator harus selalu memantau kinerja jaringan. Beberapa manfaat dari monitoring jaringan adalah :
- Memperbaiki kinerja berdasar konfigurasi yang sudah ada
- Sebagai bahan masukan untuk pengembangan jaringan
Aplikasi yang hendak digunakan untuk monitoring dan manajemen jaringan tergantung pada :
- Besar jaringan
- Besar dan kemampuan staff untuk support jaringan
- Budget
- Kinerja jaringan
Jaringan peer-to-peer dengan 10-12 komputer cukup dapat dimonitor oleh seorang administrator, tetapi untuk jaringan WAN dan LAN berukuran besar harus dimonitor oleh beberapa staff khusus.
Untuk menghindari terjadinya masalah di jaringan, salah satunya adalah dengan memonitor perilaku jaringan secara terus menerus. Apabila monitoring terus dilakukan secara konsisten, kita akan dapat mengetahui gejala-gejala timbulnya masalah di jaringan.
No comments:
Post a Comment